Rabu, 30 November 2011

karakteristik mineral

                                   KARAKTERISTIK MINERAL

            Dalam suatu mineral ada beberapa macam karakteristik, diantaranya

adalah :

a.      Warna.

      Warna dari mineral adalah warna yang terlihat dipermukaan dengan mata telanjang. Untuk mineral yang berwarna terang mungkin dipengaruhi oleh pengoloran, Adakalanya memperhatikan warna yang berangsur atau berubah. Jadi dalam hal ini, biasanya lebih bersifat umum dari pada sebagai petunjuk yang spesifik.

b.      Kilap.

      Refleksi  dan  kilap  suatu  mineral  sangat  penting  untuk  diketahui. Beberapa  kilap  biasanya  dipergunakan  adalah  Gejala  ini  terjadi  apabila  pada  mineral  di  jatuhkan  cahaya sebagai  berikut:
1)     Kilap  logam.
       Kilap  yang  dihasilkan  dari  mineral-mineral  logam  seperti : kalkopirit,  besi dan  platina.
2)     Kilap  Sub  logam.
                        Kilap  yang  dihasilkan  dari  mineral  hasil  alterasi  sebelumnya, seperti  ilmenit,  mangan  dan  pyrite.
3)     Kilap intan.
      Kilap  sangat  cemerlang  seperti  pada  intan  pertama.
4)     Kilap kaca (Vitreous).
      Kilap seperti pada pecahan kaca atau kuarsa.
5)     Kilap damar (Resineous).
      Kilap seperti damar, misalnya monasit.
6)     Kilap lemak (Greasy).
      Kilap seperti lemak, seakan - akan terlapis oleh lemak, misalnya nefelin.
7)     Kilap mutiara (Pearly).
      Kilap seperti mutiara, biasanya terlihat pada bidang - bidang belah dasar mineral.
8)     Kilap sutera (Silky).
      Kilap seperti sutera, biasanya terlihat pada mineral - mineral yang menyerap.
9)     Kilap tanah (Earthy) atau kilap Guram (Dull).
      Biasanya terlihat pada mineral-mineral yang kempal, misalnya bauksit.


d.      Kekerasan.
            Kekerasan adalah suatu sifat yang ditentukan oleh susunan dalam dari atom-atom. Kekerasan adalah ukuran daya tahan suatu permukaan rata terhadap goresan. Jika suatu mineral dapat digores oleh mineral lain, maka yang belakangan ini dikatakan lebih keras dari mineral yang dapat digores tadi.
            Kekerasan relatif telah dipergunakan dalam penentuan mineral sejak masa permulaan adanya mineralogi sistematik. Mosh (1822), telah mengadakan suatu penentuan mineral secara kualitatif  berdasarkan kekerasan mineral.
Ia menentukan suatu skala relatif sebagai berikut :
Skala kekerasan MOSH

Derajat
Jenis

Kekerasan
Mineral
Paling Lunak
1
Talk

2
Gipsum

3
Kalsit

4
Flourit

5
Apatit

6
Ortoklas

7
Kuarsa

8
Topas

9
Korundum
Paling Keras
10
Intan
           
            Setiap skala Mosh yang lebih tinggi dapat menggores mineral - mineral dengan skala Mosh yang lebih rendah. Berdasarkan penentuan skala kualitatif  dari kekerasan ternyata interval - interval pada skala Mosh hampir bersamaan, kecuali interval - interval antara 9 dan 10.
            Untuk pengukuran kekerasan ini dapat kita pergunakan alat - alat yang sederhana, seperti kuku tangan, pisau baja, pecahan kaca dan lain - lain.
Alat - alat penguji kekerasan
Alat Penguji
Derajat Kekerasan Mohs
Kuku Manusia
2,5
Kawat Tembaga
3
Pecahan Kaca
5,5 – 6
Pisau Baja
5,5 – 6
Kikir Baja
6,5 – 7

            Disebabkan oleh struktur kristal yang berbeda - beda pada berbagai arah, maka kekerasan mineral dapat pula berubah - ubah menurut arah kristalografinya.


d.      Belahan.
            Belahan adalah kenampakan mineral untuk membelah melalui bidang belahan yang rata, halus dan licin serta pada umumnya selalu berpasangan. Belahan dapat dibagi menjadi :
1)     Belahan sempurna (Perfect cleavage) : ada bidang belahan dan mudah dibelah.
Contohnya : Muscovite dan Biotit.
2)     Belahan baik (good cleavage) : ada bidang belahan tetapi tidak mudah dibelah.
Contohnya : Calcite, Ortoklas dan Gypsum.
3)     Belahan tidak jelas (Indistinc cleavage) : bidang belahan seperti garis atau kenampakan striasi pada  bidang belahannya.
Contohnya : Plagioklas.
4)     Belahan tidak menentu : tidak ada bidang belahan.
Contohnya : Kuarsa, Opal dan Kalsedon.


e.      Pecahan
            Pecahan adalah kenampakan mineral untuk pecah melalui bidang yang tidak rata, tidak halus, tidak licin dan tidak teratur. Pecahan mineral dapat dibedakan menjadi 5, yaitu :
1)     Pecahan konkoidal (conchoidal fracture) : memperlihatkan gelombang yang melengkung dipermukaan, seperti kenampakan bagian luar kulit  kerang atau botol yang dipecah, contohnya : Kuarsa.
2)     Pecahan berserat (Spilintery / fibreous fracture) : menujukan gejala seperti serat atau daging, contohnya : Serpentine, Asbes dan Augit.
3)     Pecahan tidak rata (Uneven fracture) : menujukan kenampakan permukaan yang tidak teratur dan kasar, contohnya : Garnet.
4)     Pecahan rata (Even fracture) : Permukaan rata dan cukup luas dan cukup halus, contohnya : Mineral Lempung (Bentonit dan Kaolin).
5)     Pecahan runcing (Hackly fracture) : permukaanya tidak teratur, kasar dan ujungnya runcing - runcing, contohnya : mineral kelompok logam native element, seperti emas dan tembaga.


f.       Streak/cerat
Streak atau cerat adalah warna dari mineral ketika dalam keadaan bubuk. Hal ini dapat dilakukan uji coba dengan cara menggoreskan mineral pada permukaan porselen atau keramik. Dapat pula menumbuknya tetapi hal ini jarang dilakukan karena akan membuat mineral menjadi hancur.




Read more: http://www.kautau.com/2011/06/membuat-keywrods-search-engine.html#ixzz1fDbMOhZk